Kursus Agama Islam

Mengerti Islam Secara Lengkap

Ilmuwan Muslim dan Jaman Keemasan Islam

Posted by admin pada Juli 15, 2011

Berikut ini adalah artikel yang mungkin pernah anda jumpai. Suatu artikel yang membantah klaim jaman keemasan islam di bidang ilmu pengetahuan. Memang tidak dibahas secara detil. Namun cukup bagus untuk awal pengetahuan. Pendalaman selanjutnya adalah tanggung jawab masing2 individu untuk menambah wawasan. 

Perlu diketahui, Ibnu Sina itu bukanlah beragama Islam, dia asalnya bangsa Persia yang beragama Zoroaster dan dia dipaksa masuk Islam agar tidak dibunuh oleh pasukan Islam yang menghancurkan kerajaan Persia yang beragama Zoroaster itu. Ib…nu Sina adalah nama yang diberikan oleh penjajah Arab Islam, nama beliau sebenarnya dalah “Avicenna” yang berasal dari nama kitab suci Zoroaster “Aveda” yang artinya “Api Suci”. Zoroaster adalah ajaran agama yang mensucikan dan menyembah Tuhan yang Esa dan “Api” sebagai simbolnya. Agama Zoroaster inilah asal muasal dari semua ilmu pengetahuan yang datang dari Timur Tengah yang kemudian dianggap sebagai berasal dari agama Islam. Algorithmi, juga beragama Zoroaster yang kemudian juga diakui sebagai umat Islam. Memalukan, benar-benar tak tahu malu….!

Anehnya, umat Sunni menganggap Syiah bukanlah Islam dan dianggap murtad sama seperti halnya Ahmadiah, namun kalo sudah membicarakan Ibnu Sina, algorithm dan lain2nya, se-akan mereka semua itu adalah Islam. Demikianlah, prof. Abduus Salam yang juga beragama Islam Ahmadiah, sering dibanggakan umat Islam sebagai kebanggaan milik Islam, namun di lain pihak umat Ahmadiah dianggap bukan Islam, dilarang mengaku Islam, mesjidnya dibakar, umatnya dijarah. Munafik, bukan??? Celakanya, Napoleon yang justru penjajah dan penumpas Islam justru dianggap sebagai umat Islam……. Kenapa Napoleon harus dibanggakan sebagai umat Islam??? bukankah jauh lebih cocok umat Syiah, Ahmadiah, Kurdi yang menjadi tumbal genocide umat Islam sepanjang sejarahnya kita anggap sebagai Umat Islam ketimbang Napoleon dan Jenghis Khan ??? Banyak umat Islam yang tidak tahu sejarahnya, bahwa kalo saja di dunia ini tidak pernah lahir seorang Napoleon, maka seluruh jazirah Eropa sekarang sudah beragama Islam.

Dan jangan dilupakan, kalo saja di dunia ini tidak pernah lahir Jenghis Khan, maka seluruh Asia dari India hingga ke Jepang Korea dan China sekarang ini sudah beragama Islam.

Cukup dua utusan TUHAN dan Dewa2 mengirimkan Napoleon dan Jenghis Khan, maka musnahlah cita-cita imperialisme Islam. Sejak kehancuran Islam oleh Jenghis Khan, tidak pernah ada satu pun kerajaan-kerajaan Islam yang mampu bangkit kembali hingga detik ini, semua negara Islam hanyalah boneka dari penjajahnya dari negara-negara Barat.

Masih tentang orang-orang abad pertengahan yang oleh Islam diklaim sebagai SAINTIS ISLAM.
Khayyam jelas-jelas seorang murtadin seperti bisa anda lihat dari setiap robai/syair yg dia ciptakan. Hafiz hafal Quran sebelum dia berumur 15 th. Tetapi anda baca saja, tidak ada pujian untuk Muhammad dalam puisinya ketika dia dewasa dan bisa berpikir secara mandiri. Hanya humanis tak beragama yang bilang: “Mei bekhor manbar besoozan, mardoom aazaari makon.” (Minum dan bakar mimbar tetapi jangan menyakiti hati orang) ini benar-benar berlawanan dengan perintah Muhammad yang melarang minum arak, tetapi memakai mimbar untuk berkhotbah dan memerintah pembunuhan orang-orang kafir.

Ar Razi dengan berani berbicara tegas menentang semua agama, menyebut para nabi dengan sebutan menghina “Kambing Tua” dan “Para Pembohong”. Semua ini disembunyikan dari kita. Kita dibohongi terus-menerus. Pertama para muslim Membunuhi orang-orang murtad jenius ini dan setelah itu, mereka dg bangga berkata bahwa Islam menghasilkan karya-karya agung dari orang-orang yang mereka bunuh itu dan bilang bahwa orang-orang itu telah memberi sumbangan bagi ilmu pengetahuan dan Pendidikan.

Alasan kenapa zaman Keemasan dunia Islam bisa terjadi karena penguasa pada saat itu lebih sekuler dan mereka mentolerir orang murtad demi pemikiran jenius mereka bagi ilmu pengetahuan.

Pada puncak kekalifahan di Baghdad, Yahudi dan kristen hidup damai dibanding dengan penindasan agama yang terjadi di eropa saat itu. Ada perkembangan sastra dan filosofi dan banyak contoh2 “semangat bebas” yang berkembang dibawah masyarakat islam, seperti (ini di luar kepala) Rumi, Ibn Arabi, Ibn Sina, Al-Jahiz dan banyak lagi yang lainnya.

Apa hubungannya dengan Islam? Jika Abbasid dulu itu penguasa yang toleran itu bukan karena apa yang diajarkan Muhammad. Sekarang anda mengaku sebagai orang yang toleran dan juga mengaku sebagai muslim tapi anda tidak dapat menemukan pembenaran toleransi anda dalam Quran. Anda toleran karena nilai2 pribadi anda sendiri dan karena pengertian anda akan Islam tidaklah lengkap. Ini juga yang terjadi dengan Abbassid.

Apa bakat dan pencapaian dari Rumy, Ibn Arabi, Ibnu Sina dan pemikir2 lain yang terlahir sebagai muslim, yang ada hubungannya dengan Islam? Apa Quran mengajarkan Aljabar, Kimia, Biologi atau Astronomi? Muhammad saja salah dalam pembagian warisan. Orang ini bahkan tidak bisa penjumlahan yang sederhana.

Apa yang islam lakukan utk seni? Untuk musik? Apa yang nabi katakan tentang penyair? Apa pandangan dia tentang ekonomi? Berapa banyak yang dia tahu tentang pertanian? Dia pernah bilang tak ada gunanya utk menyerbuki pohon kurma (betina) dengan bunga kurma (jantan). Lalu ketika pohon2 tidak menghasilkan kurma dia bilang aku hanyalah manusia biasa dan bisa buat kesalahan. Orang ini tidak tahu apa-apa. Itu sebabnya kenapa mereka yang percaya padanya tenggelam pada fanatisme dan tidak maju-maju.

Apa yang terjadi pada Ibnu Sina dan Ar Razi? Mereka disebut murtadin dan buku filosofi mereka dilarang. Ar Razy menulis sebuah buku tentang rasionalisme dan menolak omong kosong agama. Bukunya dihancurkan. Yang tertinggal hanyalah potongan-potongan perkataannya dalam sebuah buku yang justru dibuat khusus utk menyanggah bukunya itu. Dalam Islam pikiran bebas tidak boleh. Jika bukan karena Islam mungkin pencerahan akan terjadi di Iran 400 tahun sebelum terjadi di Eropa.

Satu hal perlu saya garis bawahi: Tidak ada satupun dari mereka yang diklaim sebagai SAINTIS ISLAM adalah orang Arab. Darah yang mengalir dalam tubuh mereka adalah darah bangsa Persia (Iran), Turki dan Irak, yang memang budaya bangsa mereka sudah maju dan berkembang pada masa itu. Tentara Islam Arab tinggal menikmatinya saja dan mencatut nama-nama mereka sebagai nama-nama SAINTIS ISLAM.

http://murtadinkafirun.forumotion.net/t6899-satu-lagi-hoax-islam-lahirnya-para-ilmuwan-persia-di-abad-pertengahan-adalah-berkat-jasa-islam

5 Tanggapan to “Ilmuwan Muslim dan Jaman Keemasan Islam”

  1. Mustafa Adnani said

    Bila saya berceritera tentang seperti apa Partai Komunis Indonesia (PKI) bersombong diri, kemudian timbul peristiwa jenderal-jenderal ditimbun di Lubang Buaya, akhirnya bermuara PKI dibubarkan, tentu karena saya ikut mengalami dan menyaksikan. Lantas kalau kemudian ada orang yang dilahirkan ibunya tahun 1966, mau juga ceritera PKI?. Kalau-lah ia tahu ttg PKI, yg pasti akan diperoleh dari tulisan-tulisan (sejarah)nya saja. Berbicara sejarah, sangat berkaitan dg sejauhmana sikapnya thp PKI itu sendiri, pro apa kontra?. Dengan demikian, apapun yang kita ketahui tentang sesuatu yg terjadi sebelum kita, tidak lepas dari tulisan-tulisan/sejarah. Termasuk di dalamnya bila anda melecehkan agama, budaya walhasil segala peristiwa di bumi ini. Semuanya hanya praduga. Tidak usahlah lari ke Avicenna, Zaratustra atau Zenghis Khan, sedangkan masa penjajahan Belanda di negeri kita hingg proklamasi kemerdekaan-pun masih katanya-katanya. Makanya tak baiklah menvonis buruk kepada pihak, dimana yang diprovokasikan itu milik yang mereka junjung. Do you under stand?!

  2. pencari kebenaran said

    Tuhan menurunkan ilmu di berbagai belahan bumi secara adil kedunia timur lebih banyak diturunkan ilmu yang berdimensi spiritual ( karena membahas realitas yang bersifat abstrak),sedang kedunia barat Tuhan menurunkan ilmu yang berdimensi material sehingga dunia barat lebih ahli dibidang ilmu material (sains),ini adalah skenario Ilahi agar tiap golongan manusia memiliki keahlian yang saling berbeda dan kemudian saling belajar satu sama lain,dan bukan untuk agar satu golongan menjadi arogan dan merasa memiliki derajat yang lebih tinggi karena merasa memiliki ilmu yang lebih baik.bila kita sadari hakikat ilmu sebagai ciptaan Tuhan yang diturunkan kepada manusia (melalui berbagai cara diantaranya melalui ilham) maka manusia tak layak merasa sombong apalagi sampai beranggapan bahwa ilmu adalah ‘ciptaan manusia’ karena siapa yang memberi ilham kepada para ilmuwan penemu pertama di zaman dahulu sedang awalnya mereka sendiri tidak tahu (?).Tuhan maha Tahu (itu sifat wajib Tuhan) dan mustahil Tuhan tahu belakangan dari manusia,sebab itu sebelum manusia menguasai ilmu teknologi yang paling canggih sekalipun maka semua ilmu (yang canggih itu) sebelum manusia ada telah ada dalam diri Ilahi artinya manusia adalah makluk yang diberi ilmu oleh Tuhan dan bukan sebaliknya yang memberi tahu Tuhan.artinya Tuhan tidak takjub dengan apapun yang ada pada manusia sebab semua itu pemberianNya.hanya manusia yang tidak tahu hakikat dari mana sebenarnya ilmu berasal yang mudah sombong lalu berbalik bersikap pongah terhadap agama dengan mendeskriditkan agama sebagai ‘bukan wilayah ilmu’…..padahal ilmu adalah alat untuk membuka rahasia keseluruhan realitas (bukan realitas yang tertangkap dunia indera yang bisa dibuktikan secara empirik semata)

  3. pencari kebenaran said

    orang yang tidak suka kepada agama Islam akan selalu cenderung melihat agama dari permukaan dan akan selalu menghubungkan kata ‘Islam’ dengan orang orang apakah itu penguasa-tokoh-atau menghubungkannya dengan budaya tertentu atau dengan kejadian tertentu untuk memberi kesan negatif. padahal bila kita ingin memahami agama kita harus selalu mengaitkan agama termasuk pengertian kata ‘Islam’ dengan Tuhan-dengan konsep Tuhan-dengan kehendak Tuhan-dengan pengertian Ilahiah jadi orientasi ke ‘dalam’ bukan ke permukaan.jadi bila ada yang mendeskreditkan agama melalui orang orang dlsb. yang bersifat lahiriah bawa mereka ke ‘dalam’ ke essensi dan beri pengertian bahwa untuk memahami essensi agama maka harus memilah atau memisahkan agama dengan hal hal yang serba bersifat permukaan kulit luar itu.

  4. gorogom said

    znh

  5. gorogom said

    maaf penulis.. anda tidak tahu apa2.. saya yakin ilmu yg anda punya masih teramat dangkal dan coba menulis kedangkalan otak anda. ingat.. tulisan anda indikasikan kedangkalan otak anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: