Kursus Agama Islam

Mengerti Islam Secara Lengkap

Keabsahan Syahadat

Posted by admin pada Juli 14, 2011

Seseorang dikatakan sebagai muslim (pemeluk agama Islam), dengan syarat utama awal mengucapkan 2 kalimat syahadat. Ini adalah kesaksian mutlak tentang keberadaan allah (tuhan islam) dan muhammad sebagai rasul allah. Karena ini menjadi basis/dasar dari status keislaman seseorang, sungguh menarik untuk kita bahas. Apakah kesaksian dalam bentuk pengucapan syahadat itu sah ?

SYAHADAT berarti kesaksian yang dalam hal ini adalah :
A .Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut di sembah kecuali Allah Subhannahu Wa Ta’ala ; ini disebut ‘ Syahadat Tauhid ‘

B. Bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu sesungguhnya adalah utusan Allah Subhannahu Wa Ta’ala Kepada sekalian manusia ,ini disebut ‘Syahadat Rasul ‘

Sedangkan bunyi dua kalimat syahadat yang dimaksudkan itu adalah sebagai berikut :
ASY-HADU ANLAA ILAAHA ILLALLAHU WA ASY – HADU ANNA MUHAMMADARRASUULALLAH.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalah utusan Allah.

Sementara itu, apa sebenarnya makna / pengertian dari saksi ?

Menurut KBBI (Kamus Beasar Bahasa Indonesia), saksi adalah orang yg melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa (kejadian).

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHAP) yang telah diratifikasi menjadi Undang-Undang No 8 Tahun 1981 dalam Pasal 1 angka 35 KUHAP menyatakan bahwa saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan, dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri.

Undang-Undang No 13 tahun 2006 tentang perlindungan saksi dan korban (UUPSK) menyebutkan bahwa
Saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyilidikan, penuntutan dan pemeriksaan sidang pengailan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri, dan/atau ia alami sendiri.

Setelah mengetahui makna syahadat dan saksi, tentu timbul pertanyaan. Bagaimana keabsahan kesaksian syahadat sebagai syarat mutlak keimanan dalam islam ? Jika mempertimbangkan pengertian saksi baik menurut sumber di atas maupun pengertian saksi secara umum, syahadat jelas tidak sah karena tak ada manusia yang dengan panca inderanya sendiri melihat atau mengetahui kebenaran isi syahadat, kecuali Muhammad.

Ini menjadi sangat menarik karena merupakan dasar keimanan dalam islam. Muncul pertanyaan, apakah syahadat merupakan indikasi bahwa islam memang mengajarkan pemeluknya tipe keimanan secara membuta ? Atau jangan-jangan ini memang metode keimanan yang dipraktekkan dalam semua agama ?

#Artikel kiriman dari salah satu pembaca yang tak mau disebutkan namanya.

10 Tanggapan to “Keabsahan Syahadat”

  1. andarini said

    Bener juga ya. Kalau dasarnya aja udah keliru, gimana selanjutnya :p

    • jack said

      wekekekekekek ini mah gemblung namanye, tiap orang yang beragama pastinya percaya adanya Tuhan, tapi ape mereka pada tahu dimana Tuhan???

      ato admin percaya diatas meja ada bakteri, tapi apa admin bisa membuktikan ada bakteri diatas meja dengan mata bisul admin

      • jeru said

        buat Andarini: Seseorang bilang yang benar itu A. Anda jawab, itu keliru…yang benar itu bukan A. Tapi Anda tidak menunjukkan yang benar itu apa….

        buat Jack: tulisan di atas bicara tentang pengertian kata ‘saksi’. Anda membahasnya dengan kata ‘percaya’, tanpa ada penjelasan hubungan antar keduanya. Saya menilai, komentar Anda lah yang gak nyambung.

      • Jack said

        Setiap orang yang beragama pasti percaya akan Tuhan tapi apa setiap orang yang beragama pernah melihat Tuhan??

        dan coba anda lihat sila pertama pancasila, apakah yang maha esa yang dimaksud dalam islam juga sama pengertiannya dengan yang maha esa versi umat kristen??

  2. bunda maria said

    duh bahasa arab kok dipadu padankan dengan bahasa Indo. Bahasa arab itu adalah bahasa tertua di dunia dan juga paling kompleks. Kosakata yang ada dalam bahasa indo tidak bisa mengakomodir semua perbendaharaan kata dalam bahasa arab.
    Sebaiknya bila ingin mengupas lebih jauh kata/kalimat dalam bahasa arab, belajarlah lebih dahulu bahasa arab dengan baik dan benar sehingga dapat mengerti secara jelas makna yang tersurat ataupun tersiratnya.
    Aneh,membandingkan suatu bahasa orang ke bahasa sendiri dengan pemahaman yang masih sempit, akhirnya ya…ABSURD !!!

    • admin said

      sumber anda darimana. kalo dari hasil baca studi islam cak nur memang begitu klaimnya. bahasa yunani itu sudah ada sejak jaman perunggu. bahasa ibrani dan aramaic sudah ada ssejak 950 BC. itu pun masih kalah tua dengan bahasa sanksekerta. bahasa paling tua adalah sumeria. dan ini tidak bisa disamakan dengan bahasa arab. bahasa arab sendiri muncul di 800BC, arab utara (kalo di masa kini meliputi iraq, yordania, syria dan saudi arabia) dan arab selatan (masa kini dikenal dg Yemen dan Oman).

      • Jack said

        min, komengnya kok ngalor ngidul, hasil semedi di google yah?

      • jeru said

        to bunda maria: Anda mengklaim tulisan di atas itu merupakan pemahaman yang sempit yang akhirnya ABSURD. Berarti Anda punya paham yang lebih mendalam dan luas…dan tidak absurd. Kenapa gak ditulis saja di sini?….biar pembaca bisa ikut menilai…

        to jack: menurut saya admin tidak ngalor ngidul…dia menjawab pernyataan bunda maria, yang inti jawabannya adalah bahwa bahasa Arab bukanlah bahasa tertua di dunia (menolak pernyataan bunda maria).

      • Jack said

        @Jeru

        Adam memakai bahasa apa??
        silahkan beri referensi baik dari kitab suci maupun hasil penelitian.

  3. edy sumarlan said

    rancu akh… maksud syahadat dalam membaca syahadat artinya mengakui, bukan melihat dgn panca indera seperti saksi dalam peradilan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: