Kursus Agama Islam

Mengerti Islam Secara Lengkap

Absurditas Hadits dan Sanggahan Muslim

Posted by admin pada April 25, 2011

Ada dua kategori Muslim:
– yg menerima otentisitas Hadis secara keseluruhan, dan
– mereka yg menolak Hadis, secara sebagian ataupun keseluruhan, karena malu melihat tingkah Muhamad dan mencoba menafsirkan Quran sedemikian rupa shg bertentangan artinya dgn isinya, hanya agar dapat diterima oleh otak waras. 

Selama 1200 tahun, koleksi hadis Bukhari dianggap (dan masih tetap) diakui oleh mayoritas Muslim. Selain Quran, Muslim Sunni (khususnya), menganggap hadis sbg sumber pengarahan. Hadis adalah cerita2 kehidupan Muhamad, yg dikumpulkan para pakar dlm abad kedua dan ketiga setelah Hijrah. Yg paling terkenal dan dijadikan pegangan adalah Bukhari dan siswanya yg bernama Muslim. Mereka disebut Sahih (sah, otentik, benar) karena mereka melalui proses yg disebut Ilmu Hadis. Namun, kini ada trend Muslim baru utk menolak otentisitas hadis. Malah mereka berani menyatakan para penyusun hadis ternama sbg pembohong (!) dan badut. Padahal, para penyusun hadis cuma menyusun hadis dan tidak patut diberi julukan menyedihkan semacam itu.😥

Para pakar muslim dini menerima hadis sbg Sahih hanya kalau otentisitasnya dibenarkan atas dasar Fann-i-Riwaayat (seni sekwensi narasi) dan Fann-i-Daraayat (seni konkordansi logis). Hadis juga tidak boleh mengkontradiksi Sunnah (biografi Nabi) dan Quran. Saya tidak interes dan kitapun tidak berkwalifikasi utk menentukan metodologi yg digunakan utk menerima atau menolak Hadis didasarkan Fann-i-Riwaayat. Ini semua cerita2 lama. Mereka yg melaporkan sudah mati 1000 tahun yg lalu dan kami tidak dapat mengecek mereka bohong atau tidak. Satu2nya metoda yg kami miliki utk menentukan kebenaran (sihhat) sebuah Hadis adalah Fann-i-Daraayat dan kompatibilitasnya dgn Quran.

Asif Iftikhar menulis :
“Oleh karena itu, sebuah hadis dapat dianggap sbg sumber arahan kepercayaan hanya ‘jika dasar hadis itu ada dalam Quran or the Sunnah atau prinsip2 sifat dan intelek manusia. Juga, hadis tidak boleh meng-kontradiksi dasar2 ini” (dari The Authenticity of Hadith)

Ia juga mengatakan :
“Imam Ibni Ali Jauzee dilaporkan sbg mengatakan :
‘Jika kau menemukan hadis yg melawan jalur logika atau prinsip universal, anggaplah hadis itu palsu; pembahasan ttg apakah para narator bisa dipercaya atau tidak adalah percuma saja. Ahadis macam itu harus dicurigai sbg tidak masuk akal karena tidak memiliki ruang bagi penjelasan. Juga, sebuah hadis dimana kompensasi kolosal dijanjikan bagi kelakuan minim dan sebuah sebuah hadis yg artinya tidak masuk akal (absurd) harus dicurigai.’”

Dgn menguji sejumlah hadis sesuai dgn “jalur logika” sesuai dgn yg dianjurkan Ibn Ali Jauzee, kami menemukan banyak hadis yg walau diakui sbg Sahih tetap harus ditolak. Contoh hadis berikut ini :

Sahih Bukhari Volume 3, Book 43, Number 652
Diriwayahkan Abu Huraira:
Rasulullah mengatakan, “Saat seorang lelaki sedang dlm perjalanan, ia menemui cabang pohon yg berduri dan mencabutnya. Allah berterima kasih padanya dan mengampuninya.”

Disini nampaknya, hadiahnya melebihi kelakuan, dan jika kita mau mengikuti nasehat Ibni Ali Jauzee, maka kita harus menganggap hadis ini palsu. Ini mungkin hal kecil, tapi dampaknya luar biasanya. Dgn menyatakan sebuah hadis sahih sbg TIDAK SAHIH, bgm dng hadis2 sahih lainnya ? Ini membuktikan bahwa terlepas dari fakta bahwa 90% Muslim percaya pada hadis Bukhari dan siswanya, Muslim, dan terlepas dari fakta bahwa buku2 ini dianggap sbg buku2 sakral setelah Quran selama lebih dari 1200 tahun, ternyata buku2 itu tidak dapat dipercaya.

Nah, mari ambil lagi contoh Hadis lain dan mengujinya dgn ‘jalur logika.’ Tapi kita harus tentukan dulu apa yg dimaksudkan dgn jalur logika. Karena ‘jalur logika’ orang yg sudah dijejali dgn dogma agama, kadang agak berbeda.

Contoh, adalah logis bahwa wanita dan lelaki, secara umum, memiliki derajad kepandaian yg sama. Memang ada orang tolol dan ada orang pandai, tapi ini tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin. Tidak pernah ada studi yg mengatakan bahwa otak lelaki lebih pandai dari otak perempuan. Bahkan dlm jenis kelamin yg sama, tidak semua lelaki memiliki derajad intelektualitas yg sama. Dan terlepas dari tingkat intelektualitas anda, semua lelaki atau perempuan memiliki hak dan kewajiban yg sama didepan pengadilan hukum. Tapi logika Muslim lain. Mereka menganggap bahwa hijab memberikan mereka ‘kebebasan.’ Mereka berpikir bahwa ini akan meningkatkan status mereka dan sekali2 dipukuli suami juga sehat utk mereka. Mereka percaya bahwa mayoritas dari mereka akan ke neraka karena Muhamad yg bilang.

Jadi, yg saya maksud dgn ‘jalur logika’ adalah bukan logikanya pengikut agama yg fanatik, tapi logika yg bisa dibuktikan dgn sains.

1) HADIS TIDAK LOGIS, TAPI DIKUATKAN QURAN. SAHIH APA TIDAK ?

Nah, marilah kita lihat apakah ada Hadis yg tidak memenuhi jalur logika.

Sahih Bukhari Volume 4, Book 54, Number 414
…” Ia (Muhamad) mengatakan, “Pada mulanya, tidak ada apapun kecuali Allah, dan lala IA menciptakan TahtaNya. TahtaNya meliputi Lautan dan IA menulis semuanya dlm Buku (di Surga) dan menciptakan Langit dan Bumi.…” :roll:

Nah, bgm cerita ini masuk akal ? Kalau pada mulanya ‘tidak ada apapun,’ bgm Tuhan busa menciptakan TahtaNya diatas Lautan ? Lautan mana ? Apa yg menopang Lautan itu ? Bukankah bumi yg menopangnya ? Nah, kalau begitu, bgm IA menciptakan Bumi setelah duduk2 di Lautan ? Bgm ‘Langit dan Bumi’ diciptakan setelah Lautan ? Dan bukankah Langit diperlukan utk menopang Bumi ? :roll:

Jadi hadis diatas jelas tidak masuk akal. Jadi kita bisa mengatakan bahwa hadis itu palsu karena mengkontradiksi jalur logika dan bertentangan dgn prinsip2 universal. Atau tidak ?

Masalahnya adalah bahwa hadis yg tidak masuk akal itu SESUAI Quran ! Dan spt yg dikatakan Asif Iftikhar “sebuah Hadis bisa dianggap sbg sumber arahan agama hanya jika `dasar Hadis itu eksis dlm Quran atau Sunnah”.

Nahh lho ! Bgm kalau memang Quran menguatkan hadis yg tidak masuk akal itu ? Lihatlah ayat2 Quran berikut ini :

[18.86] Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. …

[18.89] Kemudian dia menempuh jalan (yang lain).

[18.90] Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,

Ini membuktikan bahwa Muhamad benar2 percaya bahwa bumi adalah ceper dan matahari bergerak dari satu tempat di langit dan terbenam di tempat lain. (Bagi yg mulai bingung : bukan matahari yg bergerak di langit mengitari bumi, tapi bumi yg bergerak di orbitnya, mengitari matahari.)

Ini bukti lagi bahwa Muhamad menyangka bumi ceper.

Sahih Bukhari Volume 4, Book 54, Number 421
Narrated Abu Dhar:
Nabi bertanya pada saya saat matahari terbenam, “Tahukah kau kemana matahari pergi (pada saat terbenam)?” Saya menjawab, “Allah dan RasulNya lebih tahu.” Ia mengatakan, “Matahari bergerak sampai menundukkan diri dibawah TahtaNya dan meminta ijin utk terbit kembali dan setelah diijinkan dan lalu (matahari) akan hendak menundukkan diri tetapi penundukkan dirinya itu tidak diterima dan matahari akan meminta pamit utk melanjutkan perjalanannya tapi tidak diijinkan, melainkan diperintah utk kembali ke tempat asalnya dan setelah itu matahari akan terbit di barat. Dan itulah interpretasi Pernyataan Allah: “Dan matahari berjalan pada jalan yg sudah ditetapkan. Itulah keputusan (Allah) sang Maha Kuasa dan Maha Tahu.” (Q. 6: 38)

OK ! Jadi ini hadis yg dikonfirmasi oleh Quran dan juga disahkan oleh hadis lain, dan sekali lagi ditunjukkan dalam Quran. Tapi apakah hadis ini sesuai dgn sains ? Dgn jalur logika ?? Jelas tidak ! Tetapi hadis itu tidak bertentangan dgn Quran. Jadi, hadisnya ngaco, tetapi tetap Sahih.

Kalau kita meragukan pemikiran Muhamad ttg bentuk bumi, silahkan baca ayat dibawah ini.

[78.6] Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,
[78.7] dan gunung-gunung sebagai pasak?

“Hamparan” jelas menunjukkan sesuatu yg ceper. Kata Arab yg digunakan dlm Quran adalah Mehad, (tempat tidur). Dan sejauh yg saya pernah lihat, tempat tidur sepertinya selalu ceper. Belum ada tuh, tempat tidur yg bulat. Juga, gunung2 bukan PASAK yg menghindari bumi bergetar, spt yg disangka nabi.

Jadi, apa yg harus dilakukan dgn hadis yg sudah disahihkan dan sesuai dgn ayat2 Quran, tapi tidak masuk akal ?

2) HADIS TIDAK MASUK AKAL, BERTENTANGAN DGN QURAN, TAPI TETAP DIPERCAYA MUSLIM ??

Ada banyak hadis yg menyatakan Muhamad membuat mukjizat. Padahal di Quran, Muhamad mengatakan tidak membuat mukjizat.

[13.7] Orang-orang yang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk

Jadi secara teori, hadis2 yg menyatakan ia membuat mukjizat PALSU, bukan ? Kalau begitu, mengapa Muslim percaya bahwa Muhamad melakukan mukjizat, bisa jalan2 ke surga dan bisa meramalkan ciptaan2 sains masa datang dsb dsb ? :roll:

Pakar ternama, Ali Dashti sendiri bertanya : “Kalau Muhamad memang benar bisa buat mukjizat, membelah bulan, memperbanyak makanan, mengunjungi neraka dan surga pada malam hari dsb spt yg tertera dlm hadis, mengapa ia tidak melakukan mukjizat yg lebih berguna, spt mampu membaca dan menulis ? Apakah masuk akal kalau orang yg bisa melihat dunia akhirat tetapi stelah diberiakn kertas dgn tulisan dlm bahasanya sendiri tidak bisa membacanya ? Muslim percaya bahwa Muhamad bisa melihat mata orang dan membaca pikiran orang. Muhamad sendiri mengatakan bahwa kalau ia memimpin solat, ia bisa melihat pengikut dibelakangnya tanpa perlu menoleh. Tapi utk baca tulis saja, ia tidak bisa ? Diantara semua mukjizat jelimet yg ia buat, bukankah ini mukjizat yg paling sederhana dan paling berguna ?”

Selain Quran, masih banyak lagi hadis yg menolak kekuatan supernatural
Muhamad.

Sahih Bukhari Volume 3, Book 43, Number 638
… nabi mengatakan, “SAYA HANYA MANUSIA BELAKA … ”

2) HADIS TIDAK MASUK AKAL SEKARANG , TETAPI MASUK AKAL BAGI ORANG JAMAN DULU

Sahih Bukhari Volume 1, Book 6, Number 315
Narrated Anas bin Malik:
The Prophet said, “At every womb Allah appoints an angel who says, ‘O Lord! A drop of semen, O Lord! A clot. O Lord! A little lump of flesh.” Then if Allah wishes (to complete) its creation, the angel asks, (O Lord!) Will it be a male or female, a wretched or a blessed, and how much will his provision be? And what will his age be?’ So all that is written while the child is still in the mother’s womb.”

Hadis ini sama saja dgn lelucon. Bahwa malaikat harus menunggu dan berdiri didepan rahim, setiap saat seorang lelaki bersenggama dgn isterinya dan sang malaikat sambil menonton, meminta2 Allah agar disemprotkan sebutir air mani diatas mukanya, sungguh menggelikan ! :lol:

Apakah kita akan menganggap hadis ini palsu ? Jelas hadis ini bertentangan dgn jalur logika. Tapi tunggu dulu ! Hadis ini TIDAK BERTENTANGAN dgn jalur logika ORANG JAMAN DULU, 1200 tahun yg lalu. Jadi, menurut kami tidak masuk akal, tetapi menurut mereka, jelas masuk akal. Jadi, jalur logika siapa yg harus dipakai ?

Jadi, kita tidak bisa meragukan otentisitas hadis karena tidak sesuai dng jalur logika kita. Muslim yg menolak Hadis2 macam ini lupa bahwa Muhamad adalah rasulnya Allah dan oleh karena itu ia tidak mungkin salah. Jadi mereka mulai mengevaluasi kembali hadis2 yg dlm anggapan mereka dianggap tidak logis. Ini metode yg sangat sepihak.

Namun karena mayoritas Hadis memang penuh dgn omong kosong, semakin banyak Muslim kini menyatakan bahwa mereka menolak semua hadis dan mengecam si Bukhari dan Muslim yg dihormati selama lebih dari satu millennium. Kasihan betul ! Bukan Bukhari dan Muslim yg menciptakan hadis2 ini. Mereka cuma merekam apa yg dikatakan kpd mereka. Bukan salah mereka kalau citra Muhamad jadi jelek karena hadis.

Memang pasti ada laporan yg palsu, tetapi (mudah2an) kebanyakan adalah benar. Hanya hadis2 ini yg kita miliki sbg sumber cerita kehidupan Muhamad. Kalau bukan dari hadis, dari mana lagi ? Jika kau menolak hadis, bgm kau bisa membuktikan bahwa Muhamad pernah eksis ? Bgm menentukan jumlah dan cara solat/puasa/haji kalau tidak ada hadis ? Jadi kalau semua cerita dlm hadis ini dipalsukan, bukankah tidak mungkin bahwa QURAN juga bisa dipalsukan dan ISLAM TIDAK LEBIH DARI CERITA OMONG KOSONG ?

ABSURDITAS QURAN :

Menyanggah otentisitas hadis karena tidak masuk akal mengantar kita pada problema baru : bgm kalau Quran palsu karena sama tidak masuk akalnya dgn hadis ? :shock:

Muslim suka menafsirkan ayat2 Quran sesuai dgn keinginan dan keperluan mereka. Ini memang karena Quran tidak masuk akal dan tidak mengandung arti.

Sbg orang Iran, saya tahu bahwa kaum Shi’ah adalah yg pertama yg menyadari ketidaksempurnaan Quran. Sufisme juga secara keseluruhan didasarkan pada pemberian tafsiran esoterik (indah) pada Quran. Sufisme memang, par exultance, upaya utk meng-‘interiorize’ wahyu2 Quran, utk memisahkan diri dari tafsiran yg legalistik dan menyaring darinya arti mistik dari pertemuan Muhamad dgn Allah pada malam Mi’raj.

Imam Ja’far Sadiq dilaporkan telah mengatakan: “Tujuan kami adalah sebuah rahasia (siir) didalam rahasia lain. Rahasia sesuatu yg masih tersembunyi; sebuah rahasia yg hanya bisa diungkapkan oleh rahasia lain. Ini sebuah rahasia ttg sebuah rahasia yg didasarkan pada sebuah rahasia. :roll: :roll:
[Henri Corbin, Historia de la Filosofia Siglo XXI editores. V.3 p.253]

Selain kalimat diatas itu tidak masuk akal, pengertian Sufi ini sendiri mengkontradiksi Quran yg berulang2 menyatakan diri sbg “buku jelas” (5:15) “mudah dimengerti” (44:58 , 54:22 , 54:32, 54:40) “dijelaskan secara detil” (6:114), “disampaikan secara jelas”, (5:16, 10:15) dan tanpa “keraguan” didalamnya (2:1).

Jadi, jelas Ja’far perlu alasannya (raison d’être) sbg Imam. Tentu ia harus meyakinkan orang2 Shi’ah bahwa Quran adalah sebuah rahasia (siir) yg perlu ditafsirkan. Dan tidak ada yg bisa melakukannya kecuali mereka yg diberi otoritas dan Ismat (tidak mungkin salah). Oleh karena itu institusi Imamat diperlukan oleh kaum Shi’ah. Pertanyaannya adalah, apa yg harus dilakukan kalau tidak ada imam lagi ? Siapa yg akan menafsirkan rahasia2 Quran dan Shariah? Nah, diciptakanlah institusi baru yg dinamakan velayat. Vali adalah sang penjaga Agama. Ia adalah penengah antara Imam Qayeb (Imam yg tersembunyi) dan Umatnya. Tapi siapa yg memberi otoritas kpd para Imam dan para vali ? Tidak siapapun ! Institusi2 ini tidak mendapat backing dari Quran. Hadis yg mendukungpun sangat meragukan dan sudah pasti DIPALSUKAN OLEH SHI’AH SENDIRI UTK MENGABSAHKAN VERSI MEREKA.

Aneh bukan bahwa Tuhan mengirimkan arahan kpd manusia dlm bentuk rahasia ? Lelucon macam apa itu ?? Mengapa Tuhan ingin mempermainkan kita ?

OK. Marilah kita kembali kepada kedua KATEGORI MUSLIM.

Yg pertama adalah mereka yg membela Muhamad, APAPUN yg ia lakukan. Biar bertentangan dgn kepantasan, keadilan atau kebenaran. Pokoknya Muhamad benar. Sebodo kalau Muhamad yg pada usia setua opa saya (53 tahun), masih juga menikahi bocah yg belum akhil balik, membunuhi para pengritiknya, membunuh masal 900 tawanan perang, melakukan genocide terhdp kaum Yahudi di semenanjung Arab (daerah asal mereka), memperkosa tawanan perang dan meniduri pembantu2 isteri2nya. Paling tidak kelompok yg satu ini JUJUR dan tidak membantah terjadinya peristiwa2 diatas.

Kelompok kedua adalah mereka yg membantah semua fakta negatif ttg dirinya dan mencoba memutar balikkan bukti agar membuat nabi yg sudah ketahuan bengis ini diterima oleh moralitas dan nilai2 masa kini. Ini yg disebut dgn Muslim ‘moderat.’

Ini dia Muslim2 yg menyembunyikan brutalitas yg terkandung dlm Quran. Mereka rajin mengutip ayat2 Mekah yg dini saat Muhamad masih lemah, dan menunjukkan ayat2 ‘manis:’ “Tidak ada paksaan dalam agama, membunuh satu orang sama saja dgn membunuh seluruh dunia” dsb. Dan mereka akan menyembunyikan atau mengubah arti ayat2 Medinah yg kejam (yg membatalkan ayat2 Mekah yg ‘manis’) itu dan memolesnya agar bisa diterima. (POLES TERUS !)

Mayoritas Muslim memang spt Muslim ‘moderat’ ini dan lebih suka menutup mata mereka (in denial). Penolakan terhdp hadis memang mudah, tetapi penolakan terhdp Quran, agak sulit. Jadi mau tidak mau, satu2nya jalan bagi mereka adalah : ‘penafsiran kembali.’

The Submitters

Pada tahun 70an, Muslim Mesir mendapatkan solusi brilyan yg bisa membujuk Muslim2 yg terdidik agar tetap jadi Muslim. Namanya adalah Rashed Khalifa. Pada mulanya ia menyatakan telah menemukan mukjizat matematik dlm Quran. Ini dibantah berkali2 sbg penipuan terang2an.

Tapi ia kemudian dianggap selebriti oloh Muslim, sampai suatu saat ia menyatakan diri sbg rasul. Keputusan ini membuat marah para petinggi agama dan ia akhirnya tewas terbunuh ! Tapi sumbangannya penting bagi pembantahan total terhdp hadis dan upanya utk menerjemahkan Quran, menafsirkannya kembali shg dpt menjinakkan pesan2 yg intoleran dan biadab dlm Quran, menciptakan gerakan baru diantara para Muslim pseudo-intellectual yg suka berpura2 bahwa Islam tidak menyerukan pembunuhan kafir yg doyan menumpahkan darah kafir demi jihad.

Pembantahan mereka atas hadis sama saja dgn membantah sejarah Muhammad. Mereka membantah semua perang, semua pembunhannya, genocide terhdp Yahudi Medinah, penjarahannya dsb dsb. Serangan2nya disebut bela diri. Umur Aisha (yg hanya berusia 9 ketika nabi berusia 53 menidurinya) mereka rubah dan mereka membantah gaya hidup seksual, hedonis dan amoral Muhamad yg tercatat dlm ratusan cerita yg diriwayahkan pengikutnya dan disimpan selama lebih dari seribu tahun. Muslim2 penipu ini bertujuan utk menampilkan Quran sbg buku modern penuh dgn mukjizat membuat mereka lupa akan segala jalur logika sampai dgn sengaja merubah segala isi Quran dan menafsirkannya dgn cara yg paling absurd demi me-rasionalisasikan absurditasnya.

Salah seorang malah sampai mencoba meyakinkan saya bahwa kesalahan dlm penghitungan bagian2 warisan, sebenarnya bukan sebuah kesalahan, tapi kesalahpengertian. Katanya : bagian 1/3 utk orang tua + 2/3 bagi puteri2 + 1/8 bagi isteri yg diperintahkan Quran, jumlahnya sebenarnya sama dgn SATU (bukan 1 1/8). Kok bisa ? Dijelaskannya bahwa 1/8 bagian isteri harus datang dari bagian yg 2/3 yg diperuntukkan bagi para puteri. Quran sama sekali tidak menyebutkannya, tapi upayanya dan entusiasmenya utk membenarkan kesalahan2 dalam Quran benar2 tidak masuk akal.

Mereka yg membantah hadis menggunakan surah2 Quran berkut ini utk membela pendapat mereka.

[12.111] Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

dan

[31.6] Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.

Spt dikatakan ayat2 diatas, Muhamad dicemoohkan oleh rekan2nya dan Qurannya dianggap cerita2 tidak masuk akal. Kata ‘cerita’ dlm Arab adalah ‘HADIS.’ Jadi, dlm ayat2 ini ia membela wahunya dng mengatakan bahwa ini bukan cerita (Hadis) yg dibuat2 olehnya.

Ketika Muhamad melontarkan kata2 ini, Bukhari, Muslim dan para kolektor hadis lainnya BELUM LAHIR dan tidak ada cerita atau hadis ttg dirinya. Dlm ayat diatas, ‘nabi’ menolak cerita2 atau hadis2 PARA KAFIR. Bukan cerita2 ttg hidupnya yg belum diceritakan. Tetapi karena ia menggunakan kata “Hadis”, para Muslim pembantah hadis ini menganggapnya sbg bukti bahwa Muhamad menentang Hadis. Betapa membingungkan !

4 Tanggapan to “Absurditas Hadits dan Sanggahan Muslim”

  1. Mari bergabung bersama kami untuk saudara2 eks muslim.

  2. adam yusuf said

    kenapa ya, orang2 eks muslim buat blog tentang ‘kursus islam’ ?
    Kenapa ga terang-terangan aja blog eks muslim?
    Apa mau menyesatkan orang?

    • admin said

      islam itu ada banyak versi. islam yang selama ini dikenal bangsa indonesia adalah islam indonesia. oleh karenanya, timbul pertentangan ketika muncul orang2 seperti abu bakar ba’asyir, habib rizieq, dll. serta organisasi2 islam kaffah seperti hizbut tahrir dsb. oleh karena itu, kami menyajikan artikel2 untuk menunjukkan wajah islam yang sesungguhnya. bukan islam yang sudah mengalami akulturasi budaya setempat. salam

  3. edy sumarlan said

    Ada dua kategori Muslim:
    – yg menerima otentisitas Hadis secara keseluruhan, dan
    – mereka yg menolak Hadis, secara sebagian ataupun keseluruhan, karena malu melihat tingkah Muhamad dan mencoba menafsirkan Quran sedemikian rupa shg bertentangan artinya dgn isinya, hanya agar dapat diterima oleh otak waras.
    emang ada ulama yang bilang mereka menolak hadis karena beralasan malu melihat tingkah muhammad?? buktinya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: