Kursus Agama Islam

Mengerti Islam Secara Lengkap

Bom Bunuh Diri di Cirebon

Posted by admin pada April 20, 2011

Peristiwa ledakan bom yang terjadi di Masjid Polres Cirebon, Jumat (15/4/2011) menewaskan seorang pria yang diduga sebagai pelaku peledakan bom. Sekitar 25 orang yang menjadi korban akibat ledakan tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit, satu di antaranya Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco. 

Dari petikan wawancara dengan Kasat Narkoba Polresta Cirebon AKP Tri dan dari informasi yang dihimpun di lapangan, menyebutkan, peristiwa itu terjadi ketika sebagian besar umat muslim mulai memasuki masjid guna menunaikan salat Jumat.Keterangan sejumlah saksi mata yang ikut dalam jamaah salat, merangkum detik-detik meledaknya bom bunuh diri yang melukai puluhan orang termasuk, Kapolresta Cirebon, AKBP Herukoco.

Pukul 11.45 WIB: Jamaah mulai berdatangan ke Masjid At-Taqwa untuk menunaikan ibadah salat Jumat. Mayoritas jamaah merupakan anggota kepolisian Polresta Cirebon.

Pukul 11.55 WIB: Tertib salat Jumat mulai dilakukan. Selang lima menit berikutnya, khatib Jumat mulai berkhutbah. Seorang saksi mata, Anton menyebut, pria yang diduga pelaku saat itu tak terlihat di antara jamaah yang berada di dalam masjid. Kasat Narkoba Polresta Cirebon, AKP Tri menyebut pria berbaju hitam-hitam yang diduga pelaku saat itu berada di luar masjid.

Pukul 12.10 WIB: Khatib mulai menuntaskan khutbahnya. Jamaah bersiap melakukan salat. Sejumlah saksi mata menuturkan, pria yang diduga pelaku bom bunuh diri, masuk ke dalam masjid dan berbaur di dalam saf (deret salat). Pria yang diduga pelaku tersebut berada di saf ke-3 salat.

Pukul 12.15 WIB: Imam salat Jumat memulai salat Jumat berjamaah. Pun saat imam mengucapkan takbir, ledakan terdengar. Sejumlah orang terluka, seorang pria yang diduga pelaku terkapar. Sejumlah orang yang terluka dievakuasi.

Jamaah yang berada di saf kedua, ketiga, dan keempat berjatuhan dan menderita luka serius. Demikian halnya pelaku, dia langsung jatuh dan tewas seketika di lokasi kejadian dengan kondisi perut terluka.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco yang berada di saf terdepan juga ikut menjadi korban. Punggung Kapolresta terluka akibat terkena serpihan bom, seperti paku, baut, dan mur.

Belakangan diketahui, saat jenazah pria yang diduga pelaku bom bunuh diri diangkat, ditemukan adanya sebuah tas pinggang yang menggelayut pada sisi kanan perut korban. Dari luka yang terlihat, bagian perut sebelah kanan pria yang diduga pelaku tersebut memang terlihat menganga.

Salat Jumat di masjid tersebut akhirnya urung dilanjutkan. Puluhan korban luka, termasuk Kapolresta langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Demikian halnya korban selamat juga langsung dievakuasi dari masjid. Sementara jasad pelaku, masih terlihat berada di dalam masjid.

Kasat Narkoba Polresta Cirebon AKP Tri mengatakan, pelaku diperkirakan berusia 25 hingga 30 tahun. Tinggi berkisar 165-170 cm, mengenakan baju hitam, celana panjang hitam, jaket hitam, dan mengenakan sebuah tas pinggang.

Seperti biasa, kalangan umat Islam terburu-buru menuduh bahwa peristiwa itu adalah perbuatan non Islam. Namun akhirnya, polisi berhasil menemukan pelakunya.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepolisian RI akhirnya memastikan bahwa pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz-Dzikro Kompleks Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, Jumat (15/4/2011) lalu, adalah Muhammad Syarif Astanagarif (32). Kepastian ini didapatkan setelah polisi melakukan tes DNA dan sidik jari terhadap sejumlah anggota keluarga dan jasad yang ditemukan di lokasi ledakan. Proses ini baru selesai pukul 03.00 dini hari, Senin (18/04/2011).

“Dari tim DNA dan tim tes sidik jari kepolisian telah disimpulkan, bahwa telah dapat dibuktikan secara ilmiah dan tidak terbantah bahwa identitas bom bunuh diri di Cirebon adalah Muhammad Syarif Astanagarif,” ungkap Kepala Divisi Humas Kepolisian RI Irjen Anton Bachrul Alam, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin.

Hasil tes DNA ini didapatkan setelah kepolisian mengumpulkan pembanding dari orangtua Syarif, Sri Mulat dan Abdul Gapur. Sementara, untuk sidik jari pelaku dilakukan dengan mencocokkan Surat Izin Mengemudi (SIM) milik pelaku dan sidik jari jasad pelaku.

Menurut Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kappusdokes) Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Musaddeq, untuk tes kesamaan gigi, pihaknya meminta konfirmasi langsung dari keluarga Syarif.

“Data gigi keluarga mengakui, memang betul itu dia (M. Syarif). Dari hasil analisa. Sementara sidik jari, lebih dari 12 titik sama. Hal ini berarti benar pelaku memang yang bersangkutan,” jelas Ahmad.

Ahmad mengakui, untuk melakukan tes terhadap jasad pelaku cukup memakan waktu lama karena Muhammad Syarif merupakan orang baru dan kepolisian belum memiliki datanya dirinya. “Pemain baru dan belum ada database sehingga kami cari data pembanding yang resmi,” tambah Ahmad.

Hingga saat ini Polri masih menelusuri keterkaitannya dengan kelompok-kelompok yang selama ini diduga menjadi pelaku aksi pemboman.

Setelah pelakunya diketahui seorang muslim, kalangan muslim mengubah tuduhan. Kali ini tuduhan ditujukan dengan adanya konspirasi amerika. Apakah betul ? Jawabannya ada pada surat wasiat yang ditulis pelaku.

MAJALENGKA (Arrahmah.com) – Setelah menggeledah rumah mertua pelaku peledakan masjid Mapolres Cirebon, Selasa (19/04/2011) polisi mengaku mendapatkan wasiat Sang Bomber. Wasiat tersebut ditulis di halaman belakang buku berjudul “Jihad di Asia Tengah (Perang Akhir Zaman), karya Syekh Abu Mush’ab As Suri. “Sungguh kehidupan dunia hanya menipu,” ujar M Syarif.

Sebelumnya, polisi hanya menemukan struk rumah makan Padang di saku celana jasad Syarif yang terlentang di atas karpet sajadah masjid. Akhirnya polisi melakukan penggeledahan kedua pada hari Senin (18/04/2011).

Baru pada saat itu polisi menemukan wasiat M Syarif yang ditulisnya dibelakang buku Jihad di Asia Tengah, karya Syekh Abu Mush’ab As Suri.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Boy Rafli Amar mengungkapkan, wasiat ditulis di halaman belakang buku jihad.

“Ditemukan di buku berjudul Jihad di Asia Tengah (Perang Akhir Zaman),” kata Boy, Selasa 19 April 2011. Buku tersebut ditulis oleh Syekh Abu Mus’ab As Suri. Berikut isi wasiatnya!

Bahwa saya : Muhammad Syarif
Insya Allah atas / izin Allah, sangat, sangat !!!!!! ” Meninggal Syahid”. Bukan karena ingin disebut Mujahid. Tetapi kemuliaan Syahid telah melekat berat di hati. Dengan janji dari yang menciptakan saya dan yang akan mensucikan saya. Yaitu janji Allah…….Allah…….Allah.
Pesan saya : “Sungguh kehidupan dunia hanya menipu. Wass.
Wallahu’alam bis showab!

Sumber 1 : Kompas
Sumber 2 : http://arrahmah.com/read/2011/04/19/11971-ini-wasiat-sang-bomber-m-syarif.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: